Mahasiswa Pascasarjana
Program Doktor Islamic Studies UIN Walisongo Semarang
Konsentrasi Studi Qur'an (Tafsir)

Alumnus Pascasarjana
Program studi Ulumul Qur'an dan Tafsir, program beasiswa Kader Ulama Kemenag RI,
Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah.

Alumnus Pascasarjana
Program Studi Agama dan Filsafat
Konsentrasi Studi Qur'an dan Hadits
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Alumnus Sarjana Fakultas Ushuluddin
Program Studi Tafsir dan Hadis
IAIN Walisongo Semarang

Loading...

SELAMAT DATANG DI BLOG NYA AHLUL QUR'AN DAN HADITS

Kalian yang ingin mengakses informasi akademik seputar perkembangan keilmuan al-Qur'an dan Hadits;konsultasi seputar tafsir al-Qur'an dankajian Hadits, dakwah, hukum,syari'ah, akidah, etika, ahlak, masalah keluarga dll bisa berbagi sharing dan diskusi keilmuan dengan saya, silakan hubungi email saya: ad_damarjati@yahoo.com

www.ustadzmustofakamal.blogspot.com

Memuat...

Selasa, 29 April 2014

Semen Indonesia Menuju Pemimpin ASEAN

Gambar dari sini

Tentu kita sering melihat pemandangan seperti ini, rumah yang sedang dibangun, direnovasi, pembangunan/perbaikan gedung, infrastruktur jalan dan pembangunan lainnya. Pembangunan infrastruktur identik dengan tukang, kendaraan yang hilir mudik membawa material bangunan, dan material bangunan itu sendiri. Ya, semen adalah salah satu bahan pokok dalam pembangunan isfrastruktur, bukan sekedar membangun rumah, gedung atau jalan, semen juga menjadi kebutuhan negara dan bisnis semen bisa menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Mari sekilas berkenalan dengan material bangunan yang satu ini.
SEJARAH SEMEN
Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Meski sempat populer di zamannya, nenek moyang semen made in Napoli ini tak berumur panjang. Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100-1500 M) resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran

Dalam perkembangan peradaban manusia khususnya dalam hal bangunan, tentu kerap mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyang merekatkan batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau lainnya. Alhasil, berdirilah bangunan fenomenal, seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan di Indonesia ataupun jembatan di Cina yang menurut legenda menggunakan ketan sebagai perekat. Ataupun menggunakan aspal alam sebagaimana peradaban di Mahenjo Daro dan Harappa di India ataupun bangunan kuno yang dijumpai di Pulau Buton
Benar atau tidak, cerita, legenda tadi menunjukkan dikenalnya fungsi semen sejak zaman dahulu. Sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana.



Baru pada abad ke-18 (ada juga sumber yang menyebut sekitar tahun 1700-an M), John Smeaton - insinyur asal Inggris - menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa ini. Dia membuat adonan dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saat membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris.

Ironisnya, bukan Smeaton yang akhirnya mematenkan proses pembuatan cikal bakal semen ini. Adalah Joseph Aspdin, juga insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 mengurus hak paten ramuan yang kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat Pulau Portland, Inggris. Hasil rekayasa Aspdin inilah yang sekarang banyak dipajang di toko-toko bangunan. (gambar pabrik semen di Australia, sumber dari sini)

Kandungan Kimia Semen
  • Trikalsium silikat
  • Dikalsium silikat
  • Trikalsium aluminat
  •  Tetrakalsium aluminofe
  • Gipsum
Proses pembuatan Semen
1. Penggalian/Quarrying:Terdapat dua jenis material yang penting bagi produksi semen: yang pertama adalah yang kaya akan kapur atau material yang mengandung kapur (calcareous materials) seperti batu gamping, kapur, dll., dan yang kedua adalah yang kaya akan silika atau material mengandung tanah liat (argillaceous materials) seperti tanah liat. Batu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dan kemudian diangkut ke alat penghancur.

2. Penghancuran: Penghancur bertanggung jawab terhadap pengecilan ukuran primer bagi material yang digali.

3. Pencampuran Awal: Material yang dihancurkan melewati alat analisis on-line untuk menentukan komposisi tumpukan bahan.

4. Penghalusan dan Pencampuran Bahan Baku: Sebuah belt conveyor mengangkut tumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal ke penampung, dimana perbandingan berat umpan disesuaikan dengan jenis klinker yang diproduksi. Material kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan.

5. Pembakaran dan Pendinginan Klinker: Campuran bahan baku yang sudah tercampur rata diumpankan ke pre-heater, yang merupakan alat penukar panas yang terdiri dari serangkaian siklon ketika terjadi perpindahan panas antara umpan campuran bahan baku dengan gas panas dari kiln yang berlawanan arah. Kalsinasi parsial terjadi pada pre‐heater ini dan berlanjut dalam kiln, ketika bahan baku berubah menjadi agak cair dengan sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu 1350-1400 °C, bahan berubah menjadi bongkahan padat berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan klinker, kemudian dialirkan ke pendingin klinker, tempat udara pendingin akan menurunkan suhu klinker hingga mencapai 100 °C.

6. Penghalusan Akhir: Dari silo klinker, klinker dipindahkan ke penampung klinker dengan dilewatkan timbangan pengumpan, yang akan mengatur perbandingan aliran bahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini, ditambahkan gipsum ke klinker dan diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum untuk semen jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen jenis P dihancurkan dalam sistem tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkan kehalusan yang dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa menuju silo semen.

Jenis Produk Semen
Semen Indonesia, sebagai produsen semen Indonesia yang juga produsen semen terbesar di Asia Tenggara memproduksi berbagai jenis semen. Semen utama yang diproduksi adalah semen Portland Tipe II-V (Non-OPC). Di samping itu, juga memproduksi berbagai tipe khusus dan semen campur (mixed cement), untuk penggunaan yang terbatas.Produk semen ini antara lain:

SEMEN LPORTLAND TIPE I 
Dikenal pula sebagai Ordinary Portland Cement (OPC), merupakan semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain bangunan perumahan, gedung-gedung bertingkat, landasan pacu, dan jalan raya.



 SEMEN PORTLAND II
Semen Portland II adalah semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton, massa dan bendungan.


 SEMEN PORTLAND TIPE III
Semen jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin, seperti pembuatan jalan raya bebas hambatan, bangunan tingkat tinggi dan bandar udara.


SEMEN PORTLAND TIPE V
Semen Portland Tipe V dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.


SPECIAL BLENDED CEMENT (SBC)
Adalah semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan megaproyek jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan sesuai digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut, dikemas dalam bentuk curah.

 SUPER MASONRY CEMENT (SMC)

Adalah semen yang dapat digunakan untuk konstruksi  perumahan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K225, dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton  hollow brick, paing block  dan tegel.

PORTLANDT POZZOLAN CEMENT (PPC)

Adalah bahan pengikat hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum,  dan bahan pozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang, seperti : jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi, dan fondasi pelat penuh.

PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC)

Adalah bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama terak, gypsum, dan satu atau lebih bahan anorganic. Kegunaan semen jenis ini sesuai untuk konstruksi beton umum, pasangan batu bata, plesetan bangunan khusus seperti beton para-cetak, beton para-tekan dan paving block.

 OIL WELL CEMENT (OWC) CLASS G HRC
Merupakan semen khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak di bawah permukaan laut dan bumi. OWC yang telah diproduksi adalah Class G, High Sulfat Resistant (HSR) disebut juga sebagai “Basic OWC”. Aditif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur tertentu.

SEMEN THANG LONG PCB40
Portland cement blender (PCB40) sesuai dengan TCVN 6260:19979. Semen Thang Long PCB40 dapat meningkatkan daya kerja concrete, meningkatkan daya tahan terhadap penyerapan air, erosi lingkungan dan bertahan lama, dan sangat cocok untuk iklim di Vietnam.

Selain sifat-sifat yang unggul tersebut, semen Thang Long memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Sangat Halus.
  • Berwarna abu-abu sesuai selera pelanggan.
  • Setting Time: Initial Time:sekitar 120-170 menit. Final Time: setelah 3 – 4 jam. Cocok untuk pekerjaan konstruksi.
  • Mutu yang stabil. Cement Strength  selalu melampaui standar untuk menghemat jumlah pemakaian semen.
  • Daya tahan tinggi terhadap sulfat untuk konstruksi bawah tanah dan bawa air. Emisi panas yang rendah saat setting Time, bermanfaat untuk konstruksi yang luas yang menggunakan bata ringan (concrete blocks).
 SEMEN THANG LONG PC50

Semen jenis ini sesuai untuk bangunan berspesifikasi tinggi atau beton khusus yang digunakan untuk proyek-proyek besar, sesuai dengan standar negara-negara pengimpor semen di Asia, Eropa dan Amerika. Produk ini cocok diaplikasikan pada jenis proyek konstruksi dengan persyaratan rumit, misalnya: jembatan, jalan, proyek pembangkit listrik tenaga air, konstruksi beton bertulang, maupun konstruksi beton dengan kuat tekan tinggi. Produk ini memiliki toleransi penyimpanan yang lebih panjang, sehingga mendukung proyek yang jauh lokasinya meski dalam bentuk ready mix concreate. PC50 memiliki tingkat resistensi yang tinggi terhadap sulfat sehingga tepat jika diaplikasikan dalam bangunan yang ada di bawah tanah atau air. Kadar kapur dan suhu panas rendah sehingga mampu mengurangi kemungkinan retak atau pecah pada blok beton besar atau konstruksi beton.

Semen Portland Tipe I dan PPC tersedia di pasar retail, sementara jenis lainnya hanya diproduksi berdasarkan pesanan dalam jumlah tertentu. Produk-produk tersebut dipasarkan terutama untuk kebutuhan pasar dalam negeri dan sebagian lainnya diekspor. Sebagian besar produk dipasarkan dalam bentuk kemasan zak, sedangkan selebihnya dalam bentuk curah. Untuk tahun 2013 sendiri, konsumsi semen dalam bentuk kemasan zak sebesar 79% lebih tinggi daripada konsumsi semen dalam bentuk curah sebesar 21%.



Mengenal lebih dekat PT Semen Indonesia
Sebelum berganti nama menjadi semen indonesia, kita mengenalnya sebagai Semen Gresik. Karena perusahaan ini didirikan di Kota Gresik pada 7 Agustus 1957 oleh Presiden Soekarno. Saat itu 
kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun, dan di tahun 2013 kapasitas terpasang mencapai 30 juta ton/tahun.
PT Semen Indonesia memiliki empat merk yang lekat di hati konsumen, yaitu Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long Cement. Perusahaan ini menguasai pangsa pasar domestik terbesar yang mencapai sekitar 44 %, menunjukkan keunggulan reputasi yang mencerminkan kekuatan corporate dan brand image Perusahaan. Untuk kebutuhan domestik pada 2014, kapasitas produksi PT Semen Indonesia dan produk kompetitor bisa kita lihat dalam gambar berikut.


Semen Indonesia telah memiliki tiga lokasi pabrik di Indonesia, yaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa serta Semen Tonasa di Sulawesi dan memiliki satu lokasi pabrik di luar negeri, Thang Long Cement di Vietnam. Thang Long Cement (TLCC) merupakan salah satu perusahaan penghasil semen terkemuka di Vietnam dengan total kapasitas produksi 2,3 juta ton per tahun. Lokasi pabrik tersebut yaitu di Provinsi Quang Ninh yang dilengkapi fasilitas penggilingan semen di daerah pinggiran kota Ho Chi Minh. Thang Long Cement memiliki tambahan dua izin pengembangan pabrik baru di provinsi Quang Ninh dan Binh Phuoc, Vietnam. Rencananya, SMGR dan Geleximco akan mengembangkan kedua pabrik tersebut melalui anak perusahaan Thang Long Cement. Disebutkan, tambahan dua pabrik tersebut merupakan potensi dalam meningkatkan kapasitas TLCC menjadi 6,5 juta ton. Selain itu, saat ini perseroan juga memiliki Cement Mill sebanyak 22 unit, packing plant 21 unit, dan 11 pelabuhan khusus, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong dan dua pelabuhan di Vietnam.
Sekilas tentang semen Indonesia bisa kita saksikan dalam video berikut.


Peluang Semen Indonesia di dalam negeri
Pada tanggal 20 Mei 2011 dibentuk  Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (disingkat KP3EI). Lembaga ini dibentuk berdasarkan Pasal 4 dari Perpres RI Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Lembaga ini diketuai oleh Presiden Republik Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyampaikan bahwa, pembangunan proyek MP3EI bermanfaat untuk meningkatkan konektivitas, dan untuk jangka panjang berfungsi untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai wilayah basis produksi.

Menurut Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah, Lucky Eko Wiryanto, Pemerintah memprioritaskan 40 proyek infrastruktur MP3EI yang akan di groundbreaking pada tahun 2014-2017, dengan total investasi sebesar Rp. 337 triliun. Ke-40 proyek itu terdiri dari  15 proyek dengan total investasi sebesar  Rp. 36,2 triliun yang akan di groundbreaking pada tahun 2014, dan sebanyak 25 proyek dengan total investasi sebesar Rp. 300,8 triliun maksimal akan di groundbreaking pada tahun 2017, dengan perincian sebagai berikut:

No.
Koridor
Jumlah Proyek
Total Biaya
Tahun
Groundbreaking
1.
Jawa
10
Rp. 113 triliun -    4 proyek tahun 2014
-    6 proyek tahun 2017
2.
Sumatera
12
Rp. 111 triliun -    3 proyek tahun 2014
-    9 proyek tahun 2017
3.
Sulawesi
7
Rp. 61 triliun -    2 proyek tahun 2014
-    5 proyek tahun 2017
4.
Kalimantan
5
Rp. 41 triliun -    2 proyek tahun 2014
-    3 proyek tahun 2017
5.
Bali-Nusa Tenggara
3
Rp. 41 triliun -    2 proyek tahun 2014
-    1 proyek tahun 2017
6.
Papua-Kepulauan Maluku
2
Rp. 3,3 triliun -    1 proyek tahun 2014
-    1 proyek tahun 2017

Proyek infrastruktur pada koridor Jawa yang dibangun, antara lain Pelabuhan Cilamaya, Bandara Kertajati, Bandara Karawang, Kereta Api Solo-Madiun dan Madiun-Surabaya, Jalan akses menuju kawasan industri Purwakarta, Jalan tol Panimbang-Serang, PLTU Indramayu, SPAM Jatiluhur, Sistem pembangunan air limbah Jakarta, dan SPAM Umbulan.
Sedangkan untuk koridor Sumatera meliputi, Pelabuhan Hub. Internasional Kuala Tanjung, Pelabuhan Tanjung Sauh (Batam), Kerata Api Medan-Kualanamu, Jalan tol Medan-Kualanamu, Jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi, Jalan tol Medan-Binjai, dan Jalan tol Palembang-Indralaya, Jalan tol Pekanbaru-Kandis-Dumai, Jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Jalan tol Tebing Tinggi-Kisaran-Rantau Prapat, Jalan tol Lubuk Pakam-Tebing Tinggi, dan PLTU Pangkalan Susu.
Selanjutnya untuk koridor Sulawesi proyek infrastruktur tersebut yakni Pelabuhan Hub. Internasional Bitung-Makassar New Port, Kereta Api Makassar-Pare-Pare, Jalan Palu-Parigi, Jalan Tol Manado-Bitung, PLTA Karama, dan PLTU Takalar.
Sementara untuk koridor Kalimantan proyek infrastruktur dimaksud adalah Pelabuhan Maloy, Pembangunan Jalur Kereta Api Purukcahu-Bangkuang-Mangkatip, Jembatan Pulau Balang, Jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan PLTU Asam-Asam. 
Untuk koridor Bali-Nusa Tenggara adalah SPAM Bali Selatan, Pelabuhan Teluk Lembar, dan Dam Kolhua-Raknamo. Sedangkan untuk koridor Papua-Kepulauan Maluku proyek infrastruktur pada koridor tersebut adalah Pelabuhan Sorong di Seget, dan Jalan Enarotali-Tiom.
Selain itu, ada 1 proyek nasional yakni proyek Palapa Ring (pembangunan Broadband fiber optik di koridor Papua-Maluku, Sumatera, Sulawesi, dan Bali-Nusa Tenggara).

gambar dari sini

Banyaknya proyek yang digulirkan pemerintah melalui MP3EI tentu merupakan peluang sekaligus  tantangan bagi Semen Indonesia selaku anak bangsa untuk mampu turut serta membangun infrastruktur di Indonesia,
MP3EI tentunya akan menggeliatkan industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan aktivitas ekonomi, bisnis, dan sosial. Produksi semen mengalami peningkatan, selain itu pembangunan proyek infrastruktur juga meningkatkan lapangan kerja yang pada harapannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu adanya infrastruktur  yang baik juga membuat Indonesia berkembang menjadi negara maju. Pembangunan pelabuhan, jembatan atau jalur kereta api misalnya, dapat memperpendek waktu tempuh yang mendukung berkembangnya proses transportasi, ekonomi dan juga bisnis. Waktu tempuh yang awalnya 3 jam menjadi 1 jam misalnya, tentu membuat masyarakat lebih efektif dan efisien dalam beraktivitas sehingga dapat menunjang produktivitas kerja.

Infrastruktur di Indonesia memang masih perlu pembenahan, bahkan Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina bahkan Vietnam di 2012 lalu. Bahkan secara global, peringkatnya juga terus turun bila dibandingkan periode 2007 lalu.Ketua Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Arryanto Sagala mengatakan, peringkat infrastruktur Indonesia di antara negara-negara ASEAN berada ururan ke-6.
Dari data World Bank tahun 2012 yang disebutkan Arryanto, Indonesia berada di bawah Vietnam (5), Filipina (4), Thailand (3), Malaysia (2) dan Singapura (1). Secara global,Indonesia di peringkat ke-85 dari 155 negara, Singapura peringkat ke-2, Malaysia ke-27.
Tentu sebagai masyarakat kita banyak berharap semoga MP3EI bisa mewujudkan banyak perbaikan di negeri ini.

Peluang Bisnis Semen di Kawasan ASEAN

gambar dari sini

Negara-negara ASEAN yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, Vietnam,Laos, Myanmar, Kamboja, Filipina dan Singapura. Konsumsi semen di Indonesia 218 kg per kapita, bandingkan dengan 2 negara kecil, Singapura dan Brunei  masing-masing 6.284 kg dan 1.213 kg per kapita tahun 2012. Semen buatan kita diprediksi menguasai pasar ASEAN dengan kapasitas produksi  67 juta ton tahun 2013.

Jika di dalam negeri Semen Indonesia bisa menguasai pasar domestik terbesar hingga 44% tentu bukan tidak mungkin perusahaan ini bisa memimpin industri semen di ASEAN dengan membidik negara dengan konsumsi semen yang besar seperti Singapura dan Brunei. Semen Indonesia sendiri sudah sukses masuk ke pasar semen di Laos, Kamboja, Singapura, Vietnam, Bangladesh, dan Timor Leste.  Selain itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) telah mengalokasikan dana sekira USD200 juta untuk investasi akuisisi pabrik semen di Myanmar. Saat ini perseroan sedang menjajaki dua perusahaan swasta di Myanmar sebagai upaya ekspansi.
Menurut Direktur Utama PT Semen Indonesia,  Dwi Soetjipto, potensi pasar semen di Myanmar cukup besar, pasalnya produksi semen dalam negerinya masih sangat kecil. Hal itulah yang melandasi pihaknya menjadikan Myanmar sebagai negara mitra bisnis. Produksi semen Myanmar sendiri saat ini baru mencapai 5 juta ton per tahun, sementara kebutuhan semen di negara itu mencapai 8 juta ton per tahun.

Pada tahun 2015 nanti, kita akan memasuki ASEAN Economic Comunity (AEC)  atau pasar bebas ASEAN dimana barang-barang produksi akan bebas keluar masuk antar negara ASEAN. Disinilah pentingnya keunggulan dan spesialisasi suatu produk dalam bersaing secara regional dan global. Semen Indonesia sendiri menyatakan siap menyongsong AEC. Salah satu kesiapannya adalah akuisisi pabrik semen di Vietnam dan rencana akuisisi pabrik semen di Myanmar.  Vietnam memiliki lokasi strategis untuk Asia Tenggara bagian timur, dan untuk Asia Tenggara bagian barat, Indonesia masuk dari Myanmar. Dwi Soetjipto menjelaskan,  Semen Indonesia menyiapkan strategi khusus dengan menyebar pembangunan pabrik untuk mengurangi biaya produksi
Rencananya, investasi untuk pabrik semen di Myanmar dan Vietnam, masing-masing akan menyedot dana sebesar US$ 200 juta-250 juta. Dwi berharap pada tahun 2014, Semen Indonesia sudah mendapatkan mitra lokal di Myanmar, lalu membangun pabrik pada tahun 2014 dan mulai beroperasi pada tahun 2017.

Setelah beroperasi di tahun 2017, produksi semen dari pabrik di Myanmar tersebut akan dijual untuk memasok kebutuhan semen di Thailand dan Bangladesh. Khusus di  di Vietnam, perseroan sudah memiliki anak usaha, yaitu Thang Long Cement Joint Stock Company. Sebanyak 70% saham  perusahaan itu dikuasai Semen Indonesia. Menurut Dwi, sekitar 30-40% produksi semen domestik di di Vietnam berasal dari impor.Dengan rencana ekspansi usaha ke Vietnam dan Myanmar tersebut, bakal menjadikan Semen Indonesia sebagai pabrik berkelas dunia mengalahkan perusahaan semen asal Thailand, Siam Cement. Pada 2012, produksi Semen Indonesia mencapai 27 juta ton, sedangkan Siam Cement hanya 23 juta ton per tahun. Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Semen Indonesia sudah memberikan lampu hijau atas rencana ekspansi bisnis tersebut. Untuk menunjang hal tersebut, Semen Indonesia juga memiliki jaringan pemasaran yang luas, dan untuk menunjang kapasitas produksi, Semen Indonesia memiliki gudang (warehouse), pelabuhan (sea port), pengantongan (packing plant), grinding plant, cement mill, dan kiln yang tersebar di berbagai wilayah baik dalam maupun luar negeri.

  
Dan untuk memperkuat posisi menjadi market leader, Semen Indonesia juga membangun proyek-proyek baru yang dapat meningkatkan kapasitas produksi di masa-masa mendatang.
Dengan strategi ini, di tahun-tahun mendatang diprediksikan kapasitas produksi terus meningkat, jaringan distribusi meluas, dan berimbas pada keuntungan perusahaan yang meningkat yang bisa kita lihat pada gambar berikut.
Lalu bagaimana dengan kompetitor? Pada umumnya masing-masing produsen semen memiliki target pasar, misalnya di dalam negeri, Semen Indonesia berkonsentrasi di pasar Jawa, Sumatera, Sulawesi. Kompetitor membuat sebuah industri menjadi bersemangat, karena terus membuat inovasi-inovasi terbaru agar bisa menjadi yang terbaik.
 Menurut  David John Beynon, chief executive officer (CEO) Tokio Marine Life Insurance Indonesia,sebuah organisasi kerja harus memenuhi lima kriteria kecerdasaan yang dikenal dengan 5S, yaitu scientia (ilmu pengetahuan), sapientia (kebijaksanaan), santitas (kesucian/religiositas), sanitas (kebersihan), dan sosialitas (kehidupan bersama yang lain).
Hal ini juga berusaha diterapkan Semen Indonesia.  PT Semen Indonesia juga tidak bisa mengesampingkan masalah internal seperti SDM, masalah lingkungan, hubungan dengan investor, dan juga hubungan dengan masyarakat menjadi jalinan yang saling terkait erat. Untuk SDM misalnya, Semen Indonesia  menekankan pengelolaan Human Capital (HC) pada pengembangan kompetensi, karakter dan integritas. Ketiganya merujuk pada satu tujuan, yakni tersedianya HC yang berkompetensi tinggi, berkarakter kuat dan berintegritas untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. PT. Semen Indonesia juga memiliki program kinerja berkelanjutan, yang terdiri dari program berkelanjutan, program kemitraan, program bina lingkungan, kebijakan lingkungan, pengelolaan lingkungan, strategi pengembangan masyarakat, SG Foundation dan laporan berkelanjutan.


Ada sebuah filosofi kepempinan yang sangat menarik. Yang tersirat dari tembang jawa "Gundhul-gundhul pacul". Syair nya adalah “Gundul-gundul pacul-cul…, gembelengan… Nyunggi-nyunggi wakul-kul…, gembelengan… Wakul ngglimpang segane dadhi sak latar…”.
Sekilas memang terdengar lucu padahal maknanya dalam sekali. 
 Gundul pacul artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya/orang banyak 

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (4 yang lepas).

Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat/orang banyak.

2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.

3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.

4. Mulut digunakan untuk berkata adil.

Jika 4 hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

GUNDUL GUNDUL PACUL CUL artinya jika orang yang kepalanya sudah kehilangan 4 indera itu mengakibatkan GEMBELENGAN (congkak/sombong).

NYUNGGI NYUNGGI WAKUL KUL (=menjunjung amanah rakyat/orang banyak)
 (dengan) GEMBELENGAN (=sombong hati dan main-main), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (=amanah jatuh tak bisa dipertahankan), SEGANE DADHI SAK LATAR (=berantakan sia-sia, tak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak).

Filosofi ini bisa diterapkan dalam berbagai kepemimpinan. Sebagai produsen semen terbesar di dalam negeri dan juga di ASEAN, Semen Indonesia bisa terus memperbaiki kinerja perusahaan karena banyak karyawan yang rizkinya dititipkan melalui perusahaan, menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, menjaga kelestarian lingkungan, juga tidak congkak/sombong dengan tetap menjaga sisi religiositas, kerjasama team dan kebijaksanaan yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan. Dan pada akhirnya, kenapa Semen Indonesia layak menjadi market leader? karena perusahaan ini memiliki " 5 kekuatan" yang dikolaborasikan secara harmonis menjadi perusahaan yang kuat dan bisa memimpin pasar semen ditingkat nasional maupun regional.


Sumber Referensi: 
http://www.semenindonesia.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Semen
http://www.neraca.co.id/article/35245/Eksistensi-Semen-Indonesia-Kuasai-Pasar-Dalam-Negeri/4
http://www.setkab.go.id/mp3ei-8495-pemerintah-prioritaskan-40-proyek-infrastruktur-mp3ei-untuk-dorong-pertumbuhan-kawasan-timur-indonesia.html
http://finance.detik.com/read/2014/03/14/142034/2525896/4/2/di-bawah-vietnam-infrastruktur-ri-peringkat-ke-6-di-asean
http://www.merdeka.com/uang/sukses-tembus-6-negara-semen-indonesia-beralih-incar-myanmar.html
http://economy.okezone.com/read/2014/03/25/278/960679/bagikan-dividen-saham-semen-indonesia-potensi-naik
http://www.beritaheadline.com/pt-semen-indonesia-target-produksi-1-juta-ton-di-myanmar/
http://www.neraca.co.id/article/28538/Semen-Indonesia-Siap-Berlaga-di-2015/2
http://www.beritasatu.com/figur/122921-pemimpin-itu-laksana-kepala-ikan.html 
http://filsafat.kompasiana.com/2014/02/26/filosofi-pemimpin-mengemban-amanah-dari-lirik-tembang-gundul-pacul-637896.html

Selasa, 14 Januari 2014

Soal Ujian Remidi semester gasal siswa siswi MAN Purbalingga Mapel Fiqih kelas X

Kerjakan perintah soal berikut ini dengan baik, jujur dan benar! (aspek penilaian: ketepatan waktu mengirim, jujur dan tidak ada kemiripan jawaban dengan peserta remidi yang lain/ tidak saling mencontek), bukan copy paste, ditulis sendiri, dikerjakan dengan semangat kejujuran dan tanggung jawab)

1. Tuliskan rangkuman/ resume materi bab 1 sesuai dengan acuan SKL bab 1!
2. Tuliskan rangkuman/ resume materi bab 2 sesuai dengan acuan SKL bab 2!
3. Tuliskan rangkuman/ resume materi bab 3 sesuai dengan acuan SKL bab 3!
4. Tuliskan rangkuman/ resume materi bab 4 sesuai dengan acuan SKL bab 4 !
5. Tuliskan rangkuman/ resume materi bab 5 sesuai dengan acuan SKL bab 5!

Tuliskan dilembar jawaban anda: Nama lengkap, kelas, jam mengerjakan, jenis remidi (kognitif, psikomotorik, afektif).
Jawaban, anda kirim via email ke : musthofakamal82@gmail.com
Toleransi waktu: 2 X 24 jam. (selasa, 14 januari-rabu 15 januari jam 09.00wib).

Jumat, 30 Agustus 2013

PEMBACAAN EPISTEMOLOGI ILMU TAFSIR



PEMBACAAN EPISTEMOLOGI ILMU TAFSIR
Oleh: Mustofa Kamal*

Abstrak
The dynamics of scientific study of the Qur'an-Tafsir is increasingly faced with the problems of the Muslims and the increasingly complex demands of the times. The approach of the text to the context is a need to communicate the Qur'an, follow the development of the more modern era. Speaking of issues of interpretation of the Qur'an, then the main problem is how to give meaning to the texts of the past that we read. Is an interpreter merely understood as a form of repetition (repetitive) on the production of meaning in the past (epistemology initial interpretation) when interpretation is raised or take a position to continue to creatively and constructively to the production of new meanings according to the episteme and the needs and demands of modern times. Through a historical-philosophical approach to conclude that in the history of the tradition of interpretation of the Qur'an, there has been a shift in epistemological change and continuity, namely: First, the formative era based on the quasi critical reasoning. Second, the era of affirmative action based on ideological reasoning and third, reformative era based on critical reasoning. In determining the distribution methodology interpretation, at least there are two aspects that need to be seen, external aspects and aspects. Outer aspect of interpretation (external) are all matters relating to the presentation of writing as writing systematic interpretation or presentation of interpretations and forms of writing or presenting interpretation. While aspects of the interpretation (internal) are all matters involved in the interpretation of the Qur'an, such as the discussion of the method used, the sources of interpretation, nuance or shades of interpretation.

Keyword: tafsir, interpretation methodology, epistemological shift, production of meaning